Rabu, 13 Maret 2019

Published Maret 13, 2019 by with 0 comment

Rumah Sempit Bergaya Jepang

Rumah Sempit Bergaya Jepang

Kreativitas dan kecerdasan dalam mendirikan bangunan bisa muncul ketika tantangan datang untuk mendesain rumah yang bisa mengakomodasi keterbatasan luas lahan dan kemampuan finansial.

Itulah yang terjadi pada satu rumah mungil di lingkungan permukiman padat di Tokyo, Jepang. Lokasinya berada di sudut jalan kecil dan luasnya hanya sekitar 33 meter persegi. Dengan kata lain, luas rumah itu cuma seperdelapan dari luas lapangan tenis.

Bagian luar dinding rumah yang dicat hitam dengan hiasan bambu bergaya Jepang itu terlihat memanjang dengan lebar 2,7 meter dan panjang lebih kurang 12 meter.

Tampak dari depan, ada beberapa pohon hijau yang ditanam dan bebatuan sebagai jalan setapak menuju ke pintu masuk rumah.

Saat pintu masuk rumah dibuka, tamu yang datang langsung berhadapan dengan lorong memanjang yang menyesuaikan bentuk rumah.

Di lantai 1 rumah itu terdapat beberapa ruangan yang seolah-olah tersembunyi di balik pembatas ruangan dari kayu.

Kamar mandi di lantai 1.Water Melon Kamar mandi di lantai 1.

Salah satu ruangan di situ adalah kamar mandi yang terbilang sempit. Namun, karena kreativitas arsiteknya, bak mandi (bath tub) seperti ditanam ke lantainya dengan tambahan pintu horizontal yang juga berfungsi sebagai lantai dan bisa dibuka tutup ketika bak mandi itu tidak digunakan.

Kemudian, pindah ke area lain di lantai 1, kita akan menjumpai ruang keluarga sekaligus ruang makan dengan langit-langit yang dibuat tinggi dan terbuka hingga menyatu dengan lantai 2.

Tujuannya agar terasa lebih lapang dan memberi akses masuknya cahaya matahari melalui jendela kaca kecil di bagian atas.

Ruang keluarga sekaligus ruang makan.Water Melon Ruang keluarga sekaligus ruang makan.

Luas ruang keluarga plus ruang makan itu 10 meter persegi. Tersedia kursi panjang untuk tiga orang, meja makan dari kayu, seperangkat televisi dan pelantang suara (speaker), rak buku, pot tanaman sebagai penghias ruangan, dan telepon yang ditempel di tembok.

Di samping ruang makan itu ada lagi satu kamar mandi kecil yang dominan berwarna putih menggunakan pintu geser.

Naik ke  lantai 2, kita akan menemui kamar tidur seluas 7,5 meter persegi. Prinsip memanfaatkan ruang yang terbatas juga diterapkan dalam desain kamar ini.

Kamar tidur di lantai 2.Water Melon Kamar tidur di lantai 2.

Rak buku dan barang dibuat menempel ke dinding, tetapi di bawahnya berfungsi untuk menyimpan dan melipat kasur saat tidak digunakan.

Ketika akan dipakai, kasur itu bisa dikeluarkan dan penghuni rumah tidur dengan posisi kaki menjorok ke dalam di bawah rak buku tadi.

Selain itu, ada pula tempat makanan untuk kucing piaraan yang dibuat bertingkat dan menempel ke tembok untuk mengakali terbatasnya luas kamar.

Satu lagi keunikan rumah ini yaitu posisi lantai 1 dibuat 1,5 meter lebih tinggi dari tanah. Fungsinya sebagai gudang penyimpanan barang-barang yang bisa diakses melalui pintu kecil di ujung lorong lantai 1. Luas gudang itu sekitar 7 meter persegi.
Read More
      edit

Rabu, 06 Februari 2019

Published Februari 06, 2019 by with 0 comment

Tips Berkunjung Ke Desa di NTT


Berwisata ke Nusa Tenggara Timur (NTT), jangan hanya menikmati keindahan alam dan bawah lautnya. Cobalah berwisata budaya di kampung-kampung adat.

Di NTT Anda bisa mendapatkan tidak kurang dari tiga perkampungan adat yang masih menjaga budaya hingga struktur bangunan warisan leluhurnya. Antara lain Desa Adat Wologai, Desa Adat Waerebo, dan Desa Adat Bena.

Saat mengunjungi ketiganya, selain harus menjaga tatakrama sebagai orang pendatang, wisatawan juga harus menaati peraturan-peraturan adatnya.

KompasTravel sempat mengunjungi Desa Adat Wologai, di Ende, NTT, dalam kegiatan DBS Daily Kindness Trip, Minggu (14/10/2018).

Saat memasuki desa adat yang terletak di puncak bukit, ketinggian sekitar 1.045 mdpl itu, tidak diberitahukan beberbagai peraturan adat. Di pintu masuknya pun hanya bertuliskan dilarang merokok.
Desa adat ini pernah menjadi korban kebakaran hebat di tahun 2012, pantas saja mereka melarang keras merokok di kawasan desanya.

Hilarius (52) salah satu "anak adat" desa Wologai, yang menjadi pemandu wisata kami saat itu mengatakan selain merkok ada beberapa peraturan tertulis lainnya. Ia menyebutkan dilarang meludah disembarang tempat, memakai alas kaki saat masuk rumah, menginjak batu-batu atau bangunan tertentu yang dianggap sakral.

"Yang paling sering ini, naik ke atas ini," tuturnya menujukan pelanggaran yang paling sering dilakukan wisatawan saat berkujung ke desa adatnya.

Beberapa rumah tinggal warga di Desa Adat Wologai, Beberapa rumah tinggal warga di Desa Adat Wologai, Ende, NTT, Minggu (14/10/2018).

Ia menujukan kubur batu yang sepintas memang mirip anak tangga. Namun bangunan tersebut sangat disakralkan oleh mereka. Wisatawan yang tidak tahu biasa menaikinya untuk mengambil foto rumah-rumah adat dari ketinggian.
Salah satu bangunan utama yang disakralkan ialah Tubu Kanga, berada di titik pusat desa. Ia mempercayai jika sembarang orang menaikinya akan terjadi mara bahaya seperti hujan badai, atau petir.

Hal lainnya yang kadang tidak disadari wisatawan ialah mengambil foto secara diam-diam, atau biasa disebut paparazzi. Hal ini ternyata tidak disukai warga Desa Adat Wologai.

Penampilan warganya yang khas, senyumnya yang ramah, dan ornamen kampung disekitarnya yang menarik memang membuat wisatawan selalu ingin mengambil gambar.

Hanna Keraf, salah salah satu warga asli Flores yang ikut dalam perjalanan tersebut mengatakan harusnya meminta izin terlebih dahulu sebelum memotret masyarakat adat, baik yang dewasa, ataupun yang anak-anak.

"Mereka bisa maksa meminta uang kalau kita foto mereka tanpa izin," tuturnya.
Read More
      edit

Kamis, 17 Januari 2019

Published Januari 17, 2019 by with 0 comment

Tanda Penggunaan Instagram yang Tidak Sehat

Tanda Penggunaan Instagram yang Tidak Sehat

Instagram mungkin menjadi aplikasi media sosial paling trendi saat ini. Platform media sosial ini digunakan untuk segala keperluan, mulai dari berbagi foto hingga bisnis.

Sudah banyak studi atau tulisan mengenai dampak penggunan media sosial yang berlebihan terhadap kesehatan mental. Tetapi, tetap saja kita tak bisa berhenti mengamati feed dan insta story setiap saat.

Dr Sarah Vohra, psikiater konsultan dari NHS menjelaskan ia memang belum bisa mendiagnosis seseorang yang mengalami kecanduan media sosial, namun ia meyakini kejadian tersebut nyata.

"Hal ini sama seperti seseorang yang kecanduan alkohol, mereka akan terus mencarinya meskipun tahu alkohol merusak kesehatan," kata dia.

Begitu pula dengan mereka yang mengalami kecanduan media sosial, akan selalu tak betah berlama-lama jauh dari ponselnya. Bahkan ponsel menjadi barang pertama yang dicari ketika bangun tidur meskipun mungkin mereka tahu bahwa penggunaan yang terlalu sering bisa berdampak pada kesehatan.

Setidaknya ada lima tanda perilaku ber-Instagram kita sudah tidak sehat.

1. Mengunggah Instagram Story di awal bangun pagi

Ketika kamu mengakses Instagram dalam waktu cukup lama pada waktu yang seharusnya digunakan untuk tidur, maka itu adalah salah satu tanda media sosial sudah merusak rutinitas harianmu.

2. Mengedit wajah sehingga jauh berbeda dari aslinya

Ketika mengunggah sesuatu ke media sosial, terkadang kita menggunakan filter untuk memperbaiki tampilan foto.

Namun, ketika foto wajah kita diedit terlalu berbeda dari wajah asli, hal itu bisa merefleksikan masalah kepercayaan diri.

3. Gangguan tidur

Apakah komentar orang-orang di media sosial mengganggu perasaanmu? Atau kamu menyadari mulai sulit berkonsentrasi ketika bekerja? Berselancar di media sosial hingga larut malam bisa mengganggu rutinitas tidurmu. Jika itu terjadi, maka ada kemungkinan kamu sudah mengarah pada kecanduan.

Baca juga: Sempurna ala Media Sosial dan Rasa Iri yang Lahirkan Tekanan Psikologi

4. Bosan ketika tak memegang ponsel

Interaksi di Instagram, baik melihat keseharian orang lain ataupun mengunggah keseharian diri sendiri, bisa saja bedampak pada interaksi seseorang di dunia nyata.

Jika kamu merasa mati gaya dan bosan ketika tak sedang memegang ponsel, cobalah untuk "lepas" sejenak.

5. Memantau "likes"

Mereka yang sudah mengarah pada kecanduan Instagram akan sangat memerhatikan jumlah "likes" atau feedback yang diberikan pada unggahan mereka. Unggahan pada Instagram dianggap sebagai validasi akan kepercayaan diri, sehingga mereka khawatir ketika tak mendapatkan jumlah "likes" yang cukup banyak.

Mengatasi kecanduan

Beberapa selebriti memutuskan untuk menutup akun media sosialnya karena merasa hidupnya terdistraksi. Mereka juga tidak tahan dengan komentar negatif yang sering dilontarkan netizen di akunnya.

Ketika kamu mengidentifikasi satu atau dua tanda tersebut, maka ada baiknya jika kamu mulai mengubah kebiasaan. Walau tidak harus drastis menutup akun, tetapi simak hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi kecanduan media sosial.

1. Lakukan sebaliknya

Cobalah mengurangi waktu berponsel (screen time). Misalnya mulai dari 30 hingga 60 menit tanpa sama sekali melihat ponsel.

"Lakukan kegiatan lain untuk mengganti waktu berselancar di media sosial, seperti olahraga atau memasak," kata Vohra.

2. Tinggalkan ponsel sebelum tidur

Sebuah studi yang dilakukan oleh University of Pittsburgh pada 2017 menemukan, mengakses media sosial 30 menit sebelum tidur mengakibatkan buruknya kualitas tidur. Jadi, cobalah untuk berhenti menggunakannya sebelum tidur.

3. Atur waktu online

Aturlah waktu untuk mengakses Instagram dan tentukan batas waktu maksimal. Termasuk waktu mengangkat telepon dan memantau lini masa, jika perlu.

"Penelitian menunjukkan, mood akan menurun jika waktu online kita panjang dan tidak diatur. Hal ini akan membuat kita merasa frustrasi, kesepian dan depresi," kata psikolog klinis Dr. Jessamy Hibberd.

Penggunaan Instagram secara berlebihan memang bisa mengganggu kesehatan. Namun, bukan berarti kamu mutlak harus meninggalkannya. Penggunaan secara wajar dan positif juga bisa memberi dampak yang baik.

Baca juga: Berhentilah Membandingkan Diri dengan Pasangan Lain di Media Sosial
Read More
      edit

Sabtu, 15 Desember 2018

Published Desember 15, 2018 by with 0 comment

Cara Atasi Internet di Smartphone yang Lemot

Cara Atasi Internet di Smartphone yang Lemot

Kehadiran smartphone Android tak dimungkiri turut mendorong penggunaan internet secara masif.

Bahkan, sejumlah laporan mencatat akses internet melalui perangkat mobile terus meningkat setiap tahun.

Berkaca dari kondisi itu, internet di zaman sekarang sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan.

Sayangnya, pengguna smartphone Android tidak selalu mendapatkan akses internet yang mumpuni.

Selain kondisi jaringan, ada sejumlah faktor lain yang kadang membuat akses internet tidak optimal. Salah satunya adalah pengaturan di browser maupun performa smartphone Android.

Oleh sebab itu, Tekno Liputan6.com memberikan tips untuk mempercepat akses internet dengan melakukan pengaturan di smartphone. Seperti apa? Simak caranya berikut ini.

1. Blokir Iklan

Salah satu cara untuk mempercepat akses internet adalah menghapus iklan yang muncul saat mengakses sebuah situs.

Alasannya, iklan ternyata dapat menyedot kuota internet cukup banyak, sehingga waktu muat juga lebih lambat.

Oleh sebab itu, memblokir tampilan iklan yang tampil di sebuah situs merupakan salah satu cara untuk mempercepat akses internet di smartphone Android.

Untuk melakukannya, kamu dapat menggunakan peramban yang biasanya memiliki fitur ad blocker. Cara lain yang dapat dilakukan adalah memasang aplikasi pemblokir iklan terpisah.

2. Kompres Gambar

Cara lain yang dapat kamu lakukan adalah memanfaatkan fitur Data Saving yang sudah tersedia di sejumlah browser. Selain menghemat kuota internet, fitur ini dapat mempercepat akses internetmu.

Lewat fitur ini, peramban biasanya akan mematikan proses pemuatan gambar alias mengompres gambar menjadi ukuran lebih kecil. Dengan demikian, proses loading sebuah situs akan menjadi lebih cepat.

3. Hapus Cache

Banyak aplikasi Android membutuhkan koneksi internet membutuhkan koneksi internet untuk dapat berfungsi. Seiring waktu digunakan, aplikasi ini akan menyimpan cache yang memiliki ukuran besar.

Jumlah itu tentu akan memberatkan performa smartphone dan membuat proses pemuatan data menjadi berat. Karenanya, menghapus cache aplikasi secara rutin dapat menjadi solusi mempercepat akses internet.

Selain melakukan penghapusan secara manual, kamu dapat memanfaatkan aplikasi pembersih cache yang banyak tersedia di Play Store.
Read More
      edit

Senin, 12 November 2018

Published November 12, 2018 by with 0 comment

Pariwisata Indonesia Mampu Kalahkan Malaysia

Pariwisata Indonesia Mampu Kalahkan Malaysia

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebutkan sektor pariwisata menunjukkan perkembangan yang positif dalam empat tahun terakhir. Bahkan pertumbuhan sektor pariwisata di Indonesia melampaui negara tetangga yaitu Malaysia.

Selain itu, sektor pariwisata juga bakal menjadi motor pembangunan nasional. Hal ini dibuktikan dengan pertumbuhan dan penerimaan devisa yang terus meningkat sejak 2015.

"Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan pariwisata tercepat nomor 9 di dunia, di Asia nomor 3 dan ASEAN nomor satu," kata Arief di Gedung Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (23/10/2018).

Arief memaparkan, pertumbuhan pariwisata Indonesia Januari-Desember 2017 mencapai 22 persen. "Angka pertumbuhan ini di atas rata-rata pertumbuhan turisme dunia 6,4 persen, dan pertumbuhan ASEAN 7 persen," ujarnya.

Bahkan pertumbuhan sektor pariwisata di Indonesia melampaui negara tetangga yaitu Malaysia.

"Meski demikian, kenali musuhmu dan kenali dirimu. Vietnam tumbuh lebih baik mencapai 29 persen karena melakukan banyak deregulasi. Malaysia hanya tumbuh 4 persen. Begitu pula dengan Thailand," ujarnya.

Cita-Cita Jokowi

Karnaval Budaya Bali Meriahkan Pertemuan tahunan IMF-World Bank Group 2018
Peserta mengenakan pakaian Tari Barong pada karnaval Budaya Bali di kawasan Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10). Karnaval tersebut untuk memeriahkan perhelatan Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Bali. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Arief menerangkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak awal menginginkan pariwisata menjadi penghasil devisa terbesar. Kini pariwisata sudah menjadi penyumbang devisa nasional nomor empat terbesar setelah industri kelapa sawit (CPO), migas, dan batu bara.

Sumbangan devisa dari sektor pariwisata meningkat sejak 2015 dari USD 122 miliar, pada 2016 menjadi USD 13,6 miliar dan pada tahun 2017 naik lagi menjadi USD 15 miliar.

Diharapkan pada tahun ini sektor pariwisata meraup devisa hingga USD 17 miliar. Sedangkan, proyeksi tahun 2019 sebesar USD 20 miliar.

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara terus melejit dari tahun 2015 sebanyak 9,7 juta, pada tahun 2016 menjadi 11,5 juta, tahun 2017 sebanyak 14 juta.

Adapun sampai Agustus 2018, jumlah turis asing sudah mencapai 10,58 juta dari target 17 juta wisman.

"Kunjungan pelancong Nusantara juga menunjukkan hal menggembirakan. Sejak tahun 2015 sebanyak 255 juta, tahun 2016 berkembang lagi menjadi 264 juta, dan tahun 2017 meningkat lagi menjadi 271 juta," tutupnya.
Read More
      edit

Selasa, 23 Oktober 2018

Published Oktober 23, 2018 by with 0 comment

Bau Tersimpan Lebih Lama Dalam Ingatan

Bau Tersimpan Lebih Lama Dalam Ingatan

Studi membuktikan, menghirup atau bernapas menggunakan hidung dapat meningkatkan transfer pengalaman ke ingatan jangka panjang.

Hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal Neuroscience ini menambah bukti tentang pengaruh respirasi pada persepsi dan kognisi manusia.

Artin Arshamian, peneliti di Departemen Neuroscience Klinis, Karolinska Instutet dan koleganya telah membandingkan efek pernapasan lewat hidung dan mulut selama satu jam periode konsolidasi. Para peserta yang terlibat diminta mengingat 12 macam bau pada dua kesempatan terpisah.

hasil menunjukkan bahwa peserta lebih mengingat bau yang dihirup lewat hidung dibanding mulut.

Aktivitas di otak

"Langkah selanjutnya adalah mengukur apa yang sebenarnya terjadi di otak saat bernapas dan bagaimana hal ini terhubung dengan memori," kata Arshamian dilansir Science Daily, Senin (22/10/2018).

"Ini sebelumnya merupakan kemustahilan praktik karena elektroda harus disisipkan langsung ke otak. Kami telah berhasil mengatasi masalah ini dan telah mengembangkannya. Kolega saya Johan Lundström mendapatkan cara mengukur aktivitas di bohlam penciuman dan otak tanpa harus memasukkan elektroda".

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa reseptor di bohlam penciuman tidak hanya mendeteksi bau tapi juga variasi dalam aliran udara itu sendiri.

Pada fase penghirupan dan pernapasan yang berbeda, bagian otak yang berbeda diaktifkan.

Meski penelitian ini tidak mengukur aktivitas otak, para ahli berhasil membuktikan pernapasan hidung dapat memfasilitasi komunikasi antara jaringan sensorik dan memori sebagai yang diputar dan diperkuat selama konsolidasi.

"Gagasan bahwa pernapasan memengaruhi perilaku kita sebenarnya bukan hal baru. Hal ini sudah ada sejak ribuan tahun, terutama digunakan untuk meditasi. Namun belum ada yang berhasil membuktikan secara ilmiah apa yang sebenarnya terjadi di otak," imbuh Arshamian.
Read More
      edit
Published Oktober 23, 2018 by with 0 comment

Helm Iot Untuk Keselamatan Kerja Asal Perushaan Jepang

Helm Iot Untuk Keselamatan Kerja Asal Perushaan Jepang

Inovasi teknologi dalam industri manufaktur terus berkembang pesat, salah satu yang terbaru adalah terobosan helm canggih yang dibesut perusahaan asal Jepang, Shimabun.

Seperti dilansir Ubergizmo pada Selasa (23/10/2018), helm ini menariknya ditopang dengan teknologi Internet of Things (loT) yang berfungsi untuk mengontrol keselamatan kerja karyawannya.

Adapun fungsi dari loT itu sendiri berbentuk sensor gerak dan suhu yang mampu merespon gerakan manusia secara langsung.

Helm ini juga memiliki sensor temperatur untuk mengukur suhu ekstrem seperti overheating.

Tak hanya itu, helm tersebut juga akan merekam data pekerja via cloud sehingga bisa mendeteksi keadaan buruk, atau meningkatkan keamanan lokasi secara keseluruhan.

Adapun sistem helm tersebut dirancang melalui platform ALPS loT Smart Network yang meliputi perangkat keras dan perangkat lunak.

Gartner mencatat ada 8,4 miliar perangkat Internet of Things IoT yang dipakai di seluruh dunia (di luar smartphone, tablet, dan komputer) pada 2017. Pada 2020 diprediksi jumlahnya akan melonjak sampai 20,4-30,7 miliar.

Namun pada saat yang sama, serangan terhadap perangkat IoT juga makin tinggi. Sebagian besar metode serangan yang dilakukan adalah lewat metode DDoS attack, mine cryptocurrency, pencurian data, pengintaian, dimanfaatkan sebagai proxy server, penyebaran ransomware, mendistribusikan spam, click fraud, dan sebagainya.

Dalam riset yang dilakukan F5 Labs bertajuk "The Hunt for IOT: The Growth and Evolution of Thingbots Ensures Chaos" Volume ke-4, sebanyak 44 persen lalu lintas serangan berasal dari Tiongkok. Penyerang lain berasal dari Amerika Serikat dan Rusia.

Sepanjang riset yang dilakukan selama dua tahun, F5 Labs juga mendapati konsistensi kesamaan network dan alamat IP dari penyerang.

Jaringan tersebut biasanya membolehkan penggunanya melakukan apa saja yang mereka mau tanpa ikut campur (bulletproof hosting provider).

Menurut keterangan resmi yang Tekno Liputan6.com terima, Kamis (26/4/2018), negara yang paling banyak diserang adalah Amerika Serikat, Singapura, Spanyol, dan Hungaria.

Para penyerang akan mencari titik kerentanan di dalam perangkat IoT, menanamkan thingbot (botnet di dalam perangkat IoT) terkuat.

Beberapa botnet yang namanya sudah cukup familiar seperti Remaiten, Mirai, Hajime, Brickerbot (thingbot agresif yang diciptakan untuk merusak segala perangkat yang terinfeksi Mirai), IRCTelnet, Satori, Persirai, Reaper, dan Hide ‘N Seek.

Meretas Password

Metode paling sederhana yang dipakai penyerang adalah brute force attack (meretas password) yang memanfaatkan kerentanan port 23 di jaringan telekomunikasi (telnet), menanamkan atau memasukkan botnet yang bisa tumbuh sendiri, kemudian melakukan aksinya.

Dari data F5 Labs diketahui bahwa dibandingkan 2016, pada Q1 2017 terjadi peningkatan serangan brute force sebesar 249 persen. Tapi menurun terus sampai Q4 2017 sebesar 77 persen.

"Kami mengira, brute force attack berada di akhir musimnya, sebab kami lihat penyerang menggunakan metode lain dalam menyerang perangkat IoT dalam setahun terakhir," kata Sara Boddy, Direktur F5 Labs.

F5 Labs menduga penyerang telah mengembangkan metode-metode baru yang secara teknis lebih mudah. Metode-metode baru itu hanya butuh sedikit step dalam rencana penyerangan dan juga menyerang lebih sedikit perangkat, sebab yang diserang adalah port dan protocol yang tidak standar, pabrikan khusus, tipe perangkat, dan model yang khusus pula.

F5 Labs juga melihat penyerang mengembangkan metodenya dan memanfaatkan serangan untuk mengeruk uang sebanyak-banyaknya dari perangkat yang terinfeksi. IoT adalah bisnis besar, mencapai triliunan dolar pada 2020 nanti, menurut estimasi IDC.

Secara khusus, F5 Labs melakukan pengamatan terhadap botnet Mirai pada periode 1Juni–31 Desember 2017. Tingkat serangan Mirai masih lebih besar dibandingkan saat pengembangan dan serangan Mirai pada 2016.

Pada periode itu terjadi peningkatan drastis infeksi Mirai di Amerika Latin, dan naik sedikit di AS bagian barat, Kanada, Afrika, Asia Tenggara, dan Australia.

Infeksi Mirai terbesar di kawasan Asia terjadi di Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan India. F5 Labs menduga bahwa Mirai sebetulnya belum mengeluarkan seluruh potensinya, jadi ancaman masih terlalu besar untuk diabaikan.
Read More
      edit