Rabu, 13 Maret 2019

Published Maret 13, 2019 by with 0 comment

Rumah Sempit Bergaya Jepang

Rumah Sempit Bergaya Jepang

Kreativitas dan kecerdasan dalam mendirikan bangunan bisa muncul ketika tantangan datang untuk mendesain rumah yang bisa mengakomodasi keterbatasan luas lahan dan kemampuan finansial.

Itulah yang terjadi pada satu rumah mungil di lingkungan permukiman padat di Tokyo, Jepang. Lokasinya berada di sudut jalan kecil dan luasnya hanya sekitar 33 meter persegi. Dengan kata lain, luas rumah itu cuma seperdelapan dari luas lapangan tenis.

Bagian luar dinding rumah yang dicat hitam dengan hiasan bambu bergaya Jepang itu terlihat memanjang dengan lebar 2,7 meter dan panjang lebih kurang 12 meter.

Tampak dari depan, ada beberapa pohon hijau yang ditanam dan bebatuan sebagai jalan setapak menuju ke pintu masuk rumah.

Saat pintu masuk rumah dibuka, tamu yang datang langsung berhadapan dengan lorong memanjang yang menyesuaikan bentuk rumah.

Di lantai 1 rumah itu terdapat beberapa ruangan yang seolah-olah tersembunyi di balik pembatas ruangan dari kayu.

Kamar mandi di lantai 1.Water Melon Kamar mandi di lantai 1.

Salah satu ruangan di situ adalah kamar mandi yang terbilang sempit. Namun, karena kreativitas arsiteknya, bak mandi (bath tub) seperti ditanam ke lantainya dengan tambahan pintu horizontal yang juga berfungsi sebagai lantai dan bisa dibuka tutup ketika bak mandi itu tidak digunakan.

Kemudian, pindah ke area lain di lantai 1, kita akan menjumpai ruang keluarga sekaligus ruang makan dengan langit-langit yang dibuat tinggi dan terbuka hingga menyatu dengan lantai 2.

Tujuannya agar terasa lebih lapang dan memberi akses masuknya cahaya matahari melalui jendela kaca kecil di bagian atas.

Ruang keluarga sekaligus ruang makan.Water Melon Ruang keluarga sekaligus ruang makan.

Luas ruang keluarga plus ruang makan itu 10 meter persegi. Tersedia kursi panjang untuk tiga orang, meja makan dari kayu, seperangkat televisi dan pelantang suara (speaker), rak buku, pot tanaman sebagai penghias ruangan, dan telepon yang ditempel di tembok.

Di samping ruang makan itu ada lagi satu kamar mandi kecil yang dominan berwarna putih menggunakan pintu geser.

Naik ke  lantai 2, kita akan menemui kamar tidur seluas 7,5 meter persegi. Prinsip memanfaatkan ruang yang terbatas juga diterapkan dalam desain kamar ini.

Kamar tidur di lantai 2.Water Melon Kamar tidur di lantai 2.

Rak buku dan barang dibuat menempel ke dinding, tetapi di bawahnya berfungsi untuk menyimpan dan melipat kasur saat tidak digunakan.

Ketika akan dipakai, kasur itu bisa dikeluarkan dan penghuni rumah tidur dengan posisi kaki menjorok ke dalam di bawah rak buku tadi.

Selain itu, ada pula tempat makanan untuk kucing piaraan yang dibuat bertingkat dan menempel ke tembok untuk mengakali terbatasnya luas kamar.

Satu lagi keunikan rumah ini yaitu posisi lantai 1 dibuat 1,5 meter lebih tinggi dari tanah. Fungsinya sebagai gudang penyimpanan barang-barang yang bisa diakses melalui pintu kecil di ujung lorong lantai 1. Luas gudang itu sekitar 7 meter persegi.
      edit

0 komentar:

Posting Komentar